Jumat, November 27, 2009

LDR aka Long Distance Relationship

.....Kependekan dari Long Distance Relationship, atau biasa di sebut hubungan jarak jauh. Ini merupakan suatu hubungan antara 2 insan[halah!] yang sedang jatuh cinta dan berpacaran, tetapi dalam hal ini kedua insan tersebut terpisak olah jarak yang cukup jauh. Sehingga tidak dapat melakukan tatap muka, walaupun sekarang sudah banyak teknologi yang memungkinkan kita untuk dapat bertatap muka, tetapi tetap saja tidak dapat men gobati rasa rindu yang terpatri dalam Kalbu (-^0^-).

.....LDR ini biasanya berbuah pada putusnya hubungan berpacaran karena kurangnya kepercayaan antara kedua belah pihak entah si Cowo yang berselingkuh atau si Cewe yang melakukannya. Ada juga kasus di mana si Cowo/Cewe hanya mendengar gosip ‘tak sedap’ tentang pasangannya, nah karena kurang kepercayaan dan tatap muka, hubungan mereka pun merengganga dan akhirnya putus.

.....Dalam LDR, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan putusnya suatu hubungan. Untuk itu gunakanlah P3K! Tidak hanya kecelakaan saja dibutuhkan P3K dalam suatu hubungan berpacaran juga diperlukan. P3K terdiri dari Perhatian, Percaya, Pengertian dan Komunikasi.

1. Perhatian
Perhatian disini tentunya sebagaimana Anda dapat memerhatikan partner Anda, jangan hanya sekedar ‘Udah mkn belum say?’, cobalah jadi seseorang yang dapat mendengarkan keluhan si Dia. Kalau si Dia sedang mengeluh atau curhat cobalah menempatkan diri Anda di posisi si Dia. Dengan begitu Anda akan lebih mudah mengerti masalah si Dia. Jangan lupa juga tanggal Jadian Anda atau hari-hari bersejarah lainnya dalam hubungan Anda. Perhatikan juga hal-hal apa saja yang si Dia sukai.

2. Percaya
Kepercayaan terhadap pasangan juga merupakan suatu factor yang penting. Jika tidak ada rasa percaya antara pasangan, hubungan juga akan tidak baik. Percaya disini lebih ditekankan pada ‘Apa yang dikatakan orang tentang pasangan Anda’, jadi jangan cepat percaya pada omongan orang lain, tanyakan lebih dahulu pada Si Dia. Siapa tahu hanya gosip. Intinya harus bisa berpikir positif. Bukan Naif!.

3. Pengertian
Pengertian dalam suatu hubungan haruslah seimbang. Jangan ada yang terlalu pengertian dan yang lain kurang perhatian, sesuai dengan Yin dan Yang! Cobalah untuk mentolerir pasangan Anda, tentunya hingga batas kewajaran. Jika sudah melebihi, tegurlah dengan halus. Misalnya ‘syg, kamu kok main terus sama temen” cwo kamu, lebi syg mreka ya?...’, cobalah halus seperti itu, jangan ‘Yang, kamu kok main terus sama temen” kamu?!’..
Buat cewe, pada dasarnya cowo itu suka bermain dengan teman”nya dan melakukan ‘boys Thing’, jadi cobalah mengerti, tapi ingat ada batas pengertian. Nah, buat cowo, cewe itu pribadi yang halus dan rentan, sensitive pula, jadi coba jadi gentleman! Cwe juga suka ngegosip, sama halnya dengan cwo yang suka nge-bokep {->_<-}.

4. Komunikasi

Pada suatu hubungan, diperlukan komunikasi yang baik, agar ga’ terjadi Miss-Komunikasi
Paling tidak telponlah pasangan Anda, kalau tidak ada Budget alias pulsa, atau sibuk, beritahukanlah pada pasangan Anda, jadi Dia bisa mengerti apa yang sedang Anda lewati. Kadang juga jika Anda tidak suka dengan salah satu sifatnya, janganlah menunggu hingga Dia sadar sendiri, lebih baik Anda katakan secara langsung. Bagus jika Anda mempunyai pasangan yang sensitive dan mengerti Anda, kalau tidak? Makan hati terus kan? So, Speak Up.

Jadi,, itu saja yang bisa saya katakan dalam kesempatan ini, yang saya posting ini hanyalah pengalaman yang saya alami, jika ada yang merasa tidak senang atau kurang ‘Ngarti..’, e-mail Me di rogerliem9134@gmail.com. Akhir kata, tetap sehat, tetap semangat, jauhi narkoba, no free sex before married and save the world from Global warming.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar